Gunung Ciremai Terbakar, Rp250 Ribu Jadi Umpan: Hutan Kritis, Semua Baru Sibuk? - BERITA KITA

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Jumat, 23 Oktober 2026

Gunung Ciremai Terbakar, Rp250 Ribu Jadi Umpan: Hutan Kritis, Semua Baru Sibuk?

Gunung Ciremai Terbakar, Rp250 Ribu Jadi Umpan: Hutan Kritis, Semua Baru Sibuk?

KUNINGAN, JAWA BARAT — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Api terdeteksi pada Rabu malam, 21 Oktober 2026, sekitar pukul 20.44 WIB, di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Hingga Kamis pagi, kobaran api masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Angin kencang, minimnya sumber air, serta medan yang sulit dijangkau membuat upaya pemadaman semakin berat.

Di tengah kondisi tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan upah Rp250 ribu per orang untuk warga yang membantu memadamkan api selama satu hari kerja. Ia juga menjanjikan bonus apabila kebakaran dapat segera diatasi. Warga dari Desa Seda, Desa Cibuntu, dan wilayah Kecamatan Pasawahan diminta ikut membantu petugas. Kebijakan ini diharapkan mempercepat pemadaman, tetapi besaran bonus dan mekanisme pemberiannya belum dijelaskan secara terperinci.

Namun, ada persoalan yang jauh lebih besar daripada sekadar nominal upah. Ketika hutan terbakar, petugas dan warga harus berjibaku menghadapi medan terjal dengan peralatan serta sumber air yang terbatas. Relawan bahkan dilaporkan menggunakan cara manual, seperti ranting untuk memukul api dan membuat sekat bakar agar kobaran tidak semakin meluas. Situasi ini memunculkan pertanyaan serius: apakah kesiapan menghadapi kebakaran hutan sudah sebanding dengan pentingnya kawasan konservasi tersebut? Mengandalkan semangat warga saja jelas bukan solusi jangka panjang.

Kini, yang dibutuhkan bukan sekadar janji bonus atau pengerahan tenaga tambahan, melainkan penanganan yang terukur, fasilitas pemadaman yang memadai, serta penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran. Hingga laporan terakhir yang tersedia pada 22 Oktober 2026, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Jangan sampai setelah api padam, persoalan kesiapsiagaan ikut dilupakan, lalu semua kembali sibuk ketika hutan kembali terbakar. Sebab, Gunung Ciremai bukan sekadar hamparan pepohonan, melainkan kawasan penting bagi ekosistem dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Post Bottom Ad

Pages