Eskalasi Israel-Iran dan Ancaman Guncangan Ekonomi Global 2026 - BERITA KITA

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Minggu, 01 Maret 2026

Eskalasi Israel-Iran dan Ancaman Guncangan Ekonomi Global 2026

Dunia kini berada dalam kondisi siaga tinggi setelah serangan militer besar-besaran yang diluncurkan oleh Israel, dengan dukungan Amerika Serikat, terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Operasi yang menargetkan infrastruktur militer dan kepemimpinan tinggi Iran ini tidak hanya mengubah peta geopolitik Timur Tengah, tetapi juga mengirimkan gelombang kejut ke pasar keuangan dan energi dunia.

Berikut adalah analisis dampak ekonomi yang tengah membayangi stabilitas global:

1. Gejolak Harga Minyak dan Krisis Selat Hormuz

Dampak yang paling instan terasa adalah lonjakan harga minyak mentah. Brent dilaporkan telah menembus angka USD 73 per barel dan diprediksi akan terus meroket menuju level psikologis USD 80 hingga USD 100 jika eskalasi berlanjut. Titik Nadir Distribusi: Kekhawatiran terbesar pelaku pasar adalah penutupan Selat Hormuz. Jalur ini merupakan urat nadi energi dunia yang mengalirkan sekitar 20-30% pasokan minyak global.

Ancaman Pasokan: Jika Iran merealisasikan ancaman penutupan selat tersebut sebagai bentuk retaliasi, dunia diprediksi akan menghadapi kelangkaan energi yang lebih parah dibandingkan masa awal invasi Rusia ke Ukraina.

2. Tekanan Inflasi Global dan Kebijakan Moneter

Kenaikan harga energi secara otomatis akan mengerek biaya transportasi dan logistik di seluruh dunia.

Efek Domino: Biaya pengiriman barang diprediksi naik 10-12%, yang pada akhirnya akan dibebankan kepada konsumen dalam bentuk kenaikan harga bahan pokok.

Suku Bunga: Bank-bank sentral dunia, termasuk The Fed dan Bank Indonesia, kini menghadapi dilema besar. Tekanan inflasi baru ini dapat memaksa mereka untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, yang berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi global.

3. Kepanikan Pasar Modal dan Aset Aman (Safe Haven)

Pasar saham di berbagai belahan dunia merespons negatif dengan koreksi tajam pada pembukaan perdagangan. Risk-Off Sentiment: Investor mulai menarik modal dari aset berisiko (saham dan kripto) dan mengalihkannya ke aset aman seperti emas dan Dolar AS.

Indeks Saham: Indeks Nifty dan Sensex di Asia, misalnya, telah mencatat penurunan lebih dari 1% segera setelah kabar serangan dikonfirmasi. Sektor otomotif dan manufaktur menjadi yang paling terdampak karena ketergantungan pada turunan minyak bumi.

4. Dampak Spesifik bagi Ekonomi Indonesia

Sebagai negara pengimpor minyak (net importer), Indonesia berada di posisi rentan:

Beban Subsidi BBM: Lonjakan harga minyak dunia berpotensi membengkakkan anggaran subsidi energi dalam APBN 2026 secara signifikan.

Logistik Domestik: Para ahli memperkirakan harga solar domestik bisa naik antara Rp 750 hingga Rp 2.000 per liter, yang akan memicu kenaikan harga barang menjelang hari raya Idulfitri 2026.

Post Bottom Ad

Pages