Minggu, 25 Desember 2011
Memotret Model “Mengamati Karakter Manusia dan Cahaya” by. Arbain Rambey
Memotret Model “Mengamati Karakter Manusia dan Cahaya”
Memotret model, yang umumnya wanita, adalah latihan fotografi yang sangat
baik untuk banyak hal, yaitu :
1. Menangkap gestur atau bahasa tubuh
Dapat melatih kemampuan sang fotografer untuk menangkap bahasa tubuh atau
istilahnya gestur sang model pada titik terbaiknya. Dalam pemotretan model
yang dinamis, yaitu model dibiarkan bergerak bebas, titik-titik waktu
pemotretan bisa terjadi di banyak kesempatan. Fotografer yang terlatih
akan dengan mudah menangkap titik-titik itu dan menghasilkan foto-foto
menarik.
2. Menangkap arah cahaya
Dalam pemotretan model, cahaya yang jatuhnya tepat akan menghasilkan
karakter model yang sangat menonjol. Maka, latihan pencahayaan dalam
pemotretan model bisa dilakukan dalam bentuk cahaya buatan di studio atau
dengan cahaya alam outdoor.
3. Melatih abstraksi ruang
Dalam bidang persegi sebuah jendela bidik, sang fotografer dituntut untuk
menghasilkan komposisi indah dan unik menggunakan “bahan” bagian badan
manusia di depannya. Kalau diidentikkan dengan pendidikan arsitektur,
latihan memotret model adalah latihan nirmala ruang, latihan memahami dan
merancang keindahan komposisi pada sebuah bidang yang disediakan.
Cahaya Alam dan Cahaya Buatan
Dalam pemotretan dengan cahaya buatan di studio, arah cahaya dan jumlah
sumber cahaya bisa diatur sesuai keinginan. Latihan memotret model yang
paling baik adalah latihan memotret dengan satu sumber cahaya buatan,
dengan reflektor standar. Baru setelah dikuasai, latihan bisa ditingkatkan
dengan banyak sumber cahaya dengan banyak asesori seperti softbox,
honeycomb, barndoor, snoot dan aneka asesori pencahayaan lain.
Bentuk latihan pemotretan model dalam studio pun kini bisa dibagi dua
kategori yaitu dengan continuous light atau lampu kilat. Karakter kedua
jenis pencahayaan ini sangat berbeda. Continuous light adalah cahaya yang
terus menyala namun kekuatannya tidaklah terlalu besar dan cenderung
panas, sedangkan lampu kilat hanya menyala sepersekian detik namun dengan
kekuatan sangat besar dan bisa menggunakan banyak aksesoris yang
menghasilkan cahaya karakter sesuai yang kita inginkan.
Sebaliknya, pemotretan model outdoor mengharuskan kita memahami datangnya
cahaya apa adanya karena kita memang tidak bisa memindahkan matahari.
Cahaya matahari punya suhu Kelvin yang tidak tetap, dan ini justru menjadi
salah satu hal penting untuk proses keratif kita. Cahaya pagi yang
kekuningan kadang memberi efek segar pada model kita.
Dalam pemotretan model outdoor, kita juga bisa memakai asesori buatan
untuk memberi efek tertentu pada foto kita misalnya reflektor, pelembut
cahaya dengan kain putih yang dibentangkan di atas model, atau bahkan
background lukisan pepohonan. Alat bantu reflektor dalam seminar ini, kita
memakai produk California Sunbounce dari Jerman. Type yang dipakai dengan
berbagai ukuran mulai dari 60 x 90 cm (micro-mini) yang disertai dengan
adapter untuk memasang flash camera, sampai 180 x 245 cm (big), dengan
jenis bahannya yaitu :
- Sunbounce Silver, dengan efek :
a. Memantulkan cahaya hampir sama dengan cahaya yang diterima
b. Banyak digunakan di Film dan Video
c. Sangat terang dalam intensitas cahaya yang dipantulkan, sehingga perlu
pengontrolan jarak yang jauh, agar membuat efek cahaya tampak lebih
merata.
d. Menampilkan detail yang lebih tajam didalam lekak lekuk suatu objek
- Sunbounce Gold, dengan efek :
a. Menurunkan suhu 1200 Kelvin dari sumber cahaya yang ada
b. Sangat cocok digunakan pada saat cahaya matahari sangat terik dan
terang, sehingga bisa menimbulkan suasana Sun Set dan sun rise.
- Sunbounce Zebra, dengan efek :
a. Menurunkan suhu 400 Kelvin dari sumber cahaya yang ada
b. Menimbulkan efek lembut dan halus pada kulit
c. Menampilkan efek cahaya yang netral menggunakan cahaya di siang hari
Selain itu, ada produk lain dari California Sunbounce yaitu Sun-swatter
dengan dua pilihan 1/3 atau 2/3 yang efeknya :
- Mengurangi cahaya dan bayangan yang berlebihan
- Bisa mengcover sampe tiga orang dan dapat digunakan disaat object yang
diam atau bergerak
- Menurunkan 1 sampai 2 stop, sehingga memperlembut warna kulit
Serta Sun-scrim yang bermotif daun untuk menghasilkan efek bayangan daun
sehingga menampilkan bayangan seperti di bawah pohon.
Kamis, 01 Desember 2011
PENGUSAHA BERJIWA BURUH VS PENGUSAHA BERJIWA ENTREPRENEUR
disadur dari Majalah Intrepreneur
Dibanyak perusahaan dan instansi, kita selalu menemukan dua type karyawan, yang berjiwa entrepreneur dan yang berjiwa buruh :
CIRI-CIRI KARYAWAN BERJIWA BURUH :
Fasif Alias Tidak Punya Inisiatif
Tipe karyawanyang pasif atau tidak mau mengambil inisiatif adalah type keryawan yang rendah motivasi berprestasinya. Kurang memiliki keberanian untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar, karena sesorang yang memiliki inisiatif biasanya akan mendapat tugas tambahan karena akan diminta untuk ikut terlibat dalam aktifitas yang akan dilakukan kepada inisiatif tersebut disetujui. Keterlibatan dalam aktivitas tersebut sudah barang tentu akan menuntut tanggung jawab yang lebih besar karena harus mencurahkan pikiran waktu dan tenaga untuk menjalankan aktifitas tersebut. Seseorang yang pasif akan berusaha menghindarinya. Disamping itu dia takut kalau dia ikut terlibat dan kemudian membuat kesalahan akan mendapat penilaian buruk dimata atasan.
Tidak disiplin
Tipe karyawan yag tidak disiplin ini adalah karyawan yang sering mencuri waktu kerja.contohnya datang terlambat, dijam-jam kerja sering menelpon untuk urusan pribadi, surfing internet untuk kepentingan pribad, menggunakan kesempatan untuk bermalas-malasan atau ngerumpi ketika atasan tidak ada, ijin keluar kantor dengan alasan tugas tetapi menggunakan waktu tersebut untuk urusan pribadi.
Hitung-hitungan dalam tugas
“apa yang saya berikan tergantung apa yang saya peroleh” “saya akan bekerja tergantung bayaran yang saya terima” “kalau perusahaan dan atasan baik terhadap saya, maka saya akan bekerja dengan baik”
Tipe karyawan seperti ini biasanya kalau diberi tugas tambahan akan berusaha menolak 1001 macam alasan . karyawan tipe ini sebenarnya mampu bekerka lebih baik, tetapi ia tidak berusaha melakukannya.
Tidak bisa bekerjasama
Tipe karyawan seperti ini biasanya seorang yang egois, ia merasa mampu bekerja sendiri dna tidak memerlukan orang lain. Padahal sehebat apapun kemampuannya, jika ia sulit untuk diajak bekerjasama maka ia hanya akan menimbulkan banyak masalah.
Tidak mau belajar lebih baik, padahal tahu kekurangannya
Tipe karyawan yang sering melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang . tidak mau bertanya ketika kurang mengerti tentang tugas dari atasan, dan si karyawan menggunakan persepsinya sendiri. Atau sebaliknya terlalu banyak bertanya berulang-ulang untuk perintah yang sama. Sering ttidak membawa catatan ketika mendapatkan perintah. Tidak mampu memahami cara atasan berkomunikasi sehingga sering tidak nyambung.
Suka menyalahkan / mengeluh
Tipe karyawan yang sering menyalahkan /mengeluh dala berbagai kondisi yang menyebabkan ia gagal menjalankan tugas. Mencari-cari alasan yang kadang alasan tersebut terkesan mengada-ada. Kekurangan mampuan memikul jawab atas tugas yang dibebankan padanya biasanya sebagai penyebab utama.
Menolak mengakui kesalahan
Tipe karyawan yang tidak mau menngakui kesalahan,karyawan yang mengelak dari tanggungjawab yang dibebankan padanya bukanlah sikap profesional. Meskipun ada factor-factor lain yang membuat terjadinya kesalahan, seharusnya ia mengakui kesalahannya apabila ia memang jelas ikut terlibat didalamnya. Terlepas besar kecilnya porsi kesalahannya iaharus secara jantan mengakui perannya dalam proses terjadinya kesalahan tersebut.
CIRI-CIRI KARYAWAN BERJIWA ENTREPRENEUR
Bekerjalah seolah-olah diperusahaan miliki sendiri
Banyak karyawan berfikir bahwa ia merasa rugi kalau menganggap perusahaan tempat ia bekerja seolah-olah seperti perusahaan sendiri. “Kok enak,,,rugi dong aku,,,nannti saja kalau aku sudah punya perusahaan sendiri baru begitu,,,,” tipe karyawan seperti itu akan rugi sendiri. Tidak bisa memanfaatkan kesempatan yang ada. Orang bijak bilang “pekerjaanmu adalah kesempatanmu,,,” dengan bekerja itu mendapatkan nkesempatan untuk menggali potensi diri kita yang mungkin sementara mungkin belum kita ketahui. Perusahaan telahmemberikan kesempatanuntuk bekerja dan mengembangkan kemampuan yang kita miliki dengan mengerahkan semua kemampuan yang kita miliki ; tenaga, pikiran waktu dan bahkan relasi dengan memberikan yang terbaik sesuai dengan bidang pekerjaan yang dibebankan kepada kita.
Menyenangi pekerjaan
Kerja adalah seni. Apapun jenis pekerjaan adna semanya adalah seni. Kesadaran ini akan membuat anda kerja dengan senang seperti halnya dengan hobi. Melakukan hobi karena dilakukan dengan senang , maka anda akan melakukan pekerjaan dengan senang. Dengan mengembangkan kreatifitas yaitu terus menerus berupaya mencari metode perbaikan cara kerja misalnya akan menimbulkan gairah dan semangat kerja.
Meskipun gagasan-gagasan yang muncul tidak selalu berhasil direalisasikan leh karena kendala dari atasan, gagasan-gagsan tersbeut tetap perlu dipelihara, siap athhu gagasan tersebut akan dapat di implementasikan. Ide-ide yang berkaitan dengan pekerjaan sendiri mungkin lebih mudah di implementasikan, tetapi ide yang berkaitan dengan pihak-pihak lain perlu diutarakan kepada atasan atau pihak manajemen bilamana ada kesempatan.
Kerja adalah ibadah (menurut etos kerja jamnsen H sinamo) beribadah berarti berkorban yakni, mengabdi tuntas penuh loyalitas, dan berserah pasrah dengan segenap cinta, ibadah memerlukan pengorbanan, dan pengorbanan yang didorong oleh rasa cinta adalah sukacita.
Bekerja melebihi tuntuttan job descrption
Anda jangan terpaku pada jobdesc sendiri, setiap jenis pekerjaan itu pasti berkaitan, pelajarilah juga jodesc teman-teman dalam satu bagian atau jobdes dari bagian lain sehingga bisa terbina kerjasama yang harmonis ditempat bekerja. Dengan lingkungan kerja. Dengan lingkungan kerja yang harmonis akan memudahkankelancaran kerja, serta kualitas dan keuantitas kerja bisa mencapai hasil maksimal.
Tertarik untuk memahami atau mempelajari bidan lain
Disamping berupaya memahami, mempelajari dan menguasai kerjaan sendiri akan lebih baik lagi kalau anda juga berupaya memahami dan mempelajari bidang-bidang lain didalam perusahaan. Disamping untuk memahami keterkaitan dari masing-masing bidang, juga mengantisipasi kemungkinan barangkali suatu waktu anda dimutasikan ke bidang-bidang lain yang memperkaya pengetahuan anda dan keterampilan anda.
Selalu kreatif menciptakan nilai lebih
Selalu proaktif dengan upaya untuk mencari-cari cara bagaimana melakukan pekeerjaan yang dibebankan dengan cara / metode yang lebih baik, lebih efektif, lebih efisien dan lebih produktif sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi kemajuan perusahaan.
Berinisiatif untuk menjadi lebih baik
Berani mengambil inisiatif untuk melaksanakan cara-cara kreatif dengan melakukan perbaikan diruang lingkup pekerjaan anda dengan persetujuan atasannya, maupun berinisiatif mengajukan saran-saran tentang cara-cara kreatif untuk perbaikan kepada bidang-bidang lain yang diharapkan dapat membantu meningkatkan kinerja dari bagian-bagian yang tersebut. Yang pada akhirnya dapat mendukung peningkatan kemajuan perusahaan.
Menyiapkan diri untuk menerima tugas yang lebih besar
Siapkanlah diri anda untuk menerima tugas yang lebih besar dari apa yang anda pegang. Dengan mempelajari berbagai jenis pekerjaan dan keterkaitannya satu sama lain yang ada diperusahaan, termasuk pekerjaan atasan anda maka dengan telah menyiapkan diri anda untk menerima tugas yang lebih besar. Membekali diri dengan ilmu kepemimpinan, ilmu manajemen, ilmu pemasaran, ilmu pengembangan sumber daya manusia sangat diperlukan dalam perusahaan manapun. Ilmu-ilmu tersebut disamping mungkin dapat diperoleh dalam pelatihan-pelatihan diperusahaan, harus ada usaha untuk mendapatkannya dari luar. Anda bisa membeli buku-buku yang terkait, emngikuti seminar-seminar maupun kursus-kursus untuk melengkapi bekal anda.
ditulis ulang oleh Yono Maulana
Label:
entrepreneur,
mandiri,
marketing,
masyon,
maulana,
wirausaha,
yono,
yono maulana
Langganan:
Entri (Atom)