EMPAT KUNCI DALAM TEKNIK FOTOGRAFI POTRAIT



Sabtu 19 November 2011, Springhill Kemayoran Jakarta Utara.
Dalam teknik fotografi “POTRAIT”  ada 4 hal yang harus diperhatikan dan difikirkan ,
1.      Expresi
Sangatlah penting pada sebuah foto Potrait adalah ekspresi, sebagus apapun sebuah fotografi potrait tanpa ekspresi yang nyambung akan menjadi sebuah foto yang sangat jelek.
Untuk membangun ekspresi jika dirasa mudah ya mudah jika dirasa susah ya susah, tergantung kita akan memotrait apa ? manusia ? ya pastinya tapi biasanya komponen pendukung akan membantu dan mempengaruhi ekspresi si model. Dalam wajah manusia ekspresi batasannya adalah antara dahi dan dagu.
 Kita ambil salah satu contoh jika kita melakukan pemotretan untuk sebuah model dengan Ular yang dililitkan ke lehernya, tentu saja hal ini tidak bisa dilkukan oleh seorang model yang takut akan binatang seperti ular, atau kita akan memotret model dengan seekor harimau, bayangkan saat harimau mengaum kita suruh si model mengikutinya apa yang akan terjadi dan kita sama sekali tidak tahu apa yang akan terjadi.

Oleh sebab itu fikirkan dengan baik, pemilihan model, tema, pendukung sampai dengan hal-hal terkecil. Karena pemotretan tingkat kesulitannya sebetulnya bukan pada saat melakukan teknik pemmotretannya melainkan persiapan konsep dan perencanaan yang matang yang bisa melakukan pemotretan berjalan dengan lancar dan sukses.

Disini saya ambil dari cerita seorang maestro Fotografi Bang Arbain Rambey ia adalah seorang  Fotografer senior Kompas. Didalam sebuah seminar ia mengatakan bahwa saat melakukan pemotretan Nadine Candrawinata dengan dua ekor gajah adalah justeru saat mempersiapkan dua ekor gajahnya tersebut. Bayangkan seekor gajah yang besar, hitam, dan bau apek, harus dijadikan satu frame dengan seorang model yang cantik, bersih dan wangi, tugas terberatnya adalah bagaimana seorang Nadine bisa betah dengan seekor gajah yang apek, didalam otak seorang fotografer harus sampai memikirkan bagaimana mensiasati ini semua, tentunya tim harus membersihkan gajah tersebut, mengkramasi dan memberikan pewangsi sehingga pada saat model dekat atau bahkan menempel dia akan tetap merasa nyaman dan senang. Selain modelnya gajahnya pun harus difikirkan kapan ia akan dibawa, dengan apa, apa yang membuat ia nyaman dan bagaimana caranya itu semua supaya bintang yang akan menjadi model bisa berjalan dan mengikuti apa yang kita kehendaki.  Tentunya kita harus melibatkan pawangnya karena dia yang mengerti itu semua.  Tentunya masih banyak cerita lainnya yang menceritakan bahwa pemotretan tidak semudah kita melihat hasilnya.  Berikutnya yang harus diperhatikan adalah ;

2.       Gestur
Saya menyimpulkan Gestur adalah sebuah tindakan gerak tubuh atau anggota badan yang memiliki isyarat, Selain wajah gestur tubuh akan sangat membantu menjadikan foto tersebut bagus atau tidak. Seorang fotografer harus tahu betul  kondisi tubuh atau gestur si model dan harus bisa memikirkan apa yang harus dilakukan untuk tubuh tertentu, gaya tertentu dan dengan tema tertentu. Untuk seorang model biasanya akan terlihat lebih baik jika ia memiliki tengkuk yang panjang dan ini mempermudah fotografer untuk mengambilnya namun bagaimana saat bertemu dengan model yang memiliki tengkuk pendek ? tentunya perlu difikirkan teknis-teknis tertentu salah satunya adalah dengan cara Angle Tilt Up atau pengambilan gambar diambil dari bawah sehingga terkesan model bekaki jenjang.

3.       Harmoni dengan Background
Berikutnya adalah harmoni dengan background atau serasi dengan latar belakang, seorang fotografer harus bisa dan tahu kesesuaian model dengan latar belakang, tentu saja hal ini agar hasil foto bisa terlihat lebih baik dan sempurna, lalu bagaimana jika pada satu saat dikondisikan dimana seorang fotografer tidak bisa memilih ? caranya adalah usahakan sedikit mungkin menggunakan latar belakang gunakan teknik pemotretan dengan close up sehingga akan memberikan efek latar belakang yang lebih dramatis malah.
Jika seorang fotografer bisa memilih itu malah lebih enak, tinggal sesuaikan dengan kondisi dan tema di lapangan. Sala satu tips adalah jika latar belakang berwarna gelap usahakan model berwarna cerah, begitu juga dengan sebaliknya.  


      Angkat Kelebihannya dan sembunyikan kekurangannya
Untuk foto potrait biasanya hampir 75% adalah berbicara kesenangan, kebahagiaan, senyum jadi jika anda memotret untuk momen-momen tersebut pastikan jangan sampai  ternoda oleh kekurangan-kekurangan yang terlihat. Contohnya seorang model dengan gaun prewed eh ternyata pada bagian bahu ada tompel bekas suntik imunisasi saat ia kecil, itu bukan sebuah penyakit apalagi cacat tapi jika terlihat ada noda diantara kulita yang putih dan mulus tentunya akan mengurangi nilai keindahan dan kecantikan si model itu sendiri, nah teknik yang harus dilkukan adalah sebisa mungkin hindari titik-titik yang memiliki kekurangan tersebut. Dan lakukan pemotretan dengan sebanyak-banyaknya dari sisi yang dia terlihat cantik. Explore terus dari sisi tersbut tentunya dengan mengintruksikan gaya-gaya yang telah disiapkan sebelumnya.
TIPS Tambahan
Sebagai seorang fotografer khususnya yang suka melakukan pemotretan model atau dengan objek manusia sebaiknya anda harus memiliki koleksi foto dengan berbagai macam gaya, jangan sungkan-sungkan untuk memotret dengan blackberry atau Iphone anda jika menemukan sebuah gaya yang bagus, simpanlah di gadget anda sehingga pada saat dilapangan waktu anda tidak akan habis hanya untuk memikirkan gaya, karena bagaimanapun kemampuan mengingat manusia terbatas. Apakah meniru itu boleh? Jawabannya sangat boleh ! sebetulnya tidak ada yang original semua dari saling melihat dan meniru.
Didalam dunia fotografi tidak ada yang salah dan benar yang ada anda maunya seperti apa ? apakah fotografi terlihat merah, biru, hitam putih ? itu semua kembali ke diri kita kita akan menyajikan seperti apa ?
Pada saat anda belajar potrait  jangan terpaku pada model yang cantik dan kemudian anda memotret sebanyak mungkin wajahnya , yang harus anda lakuan terus mengeksplore sampai rasa itu dapat, gunakan teknik-teknik yang mungkin saja keluar dari hukum fotografi  siapa tahu malah akan mendapatkan hasil yang diluar dugaan.
Tulisan ini saya buat setelah mengikuti  seminar “Modelling and Photography in Journalistic Style” yang diadakan oleh PrimaImaging, di Springhill Kemayoran Jakarta. Dengan narasumber Arbain Rambey maestro Fotografer dari Kompas.

EMPAT KUNCI DALAM TEKNIK FOTOGRAFI POTRAIT EMPAT KUNCI DALAM TEKNIK FOTOGRAFI POTRAIT Reviewed by Yono Maulana on 10:02 AM Rating: 5

2 comments

  1. wow...
    keren.
    panjang banget penjelasannya..
    tambah jelas agak bingung bingung dikit

    ReplyDelete
    Replies
    1. mudah lah :) oya untuk nambah wawasan lagi silahkan baca artikel hasil liputan workshop darwis triadi http://www.masyon77.blogspot.com/2012/10/fill-of-light-rasa-fotografi-darwis.html

      Delete

Komentar Anda :

Translete

English French German Spain

Italian Dutch Russian Brazil

Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google